Ketakutan, Lari atau Dihadapi ???

ketakutan banyak ragamnya ada yang ketakutan berbicara di depan umum ada juga ketakutan akan suatu hal yang  biasa disebut orang ” Phobia ” serta contoh yang lain2. ketakutan, pasti semua orang pernah mengalaminya termasuk anda bukan?? kadang2 ketakutan bisa menyebabkan seseorang panas dingin, sakit perut, keringat bercucuran bahkan sampai lari terbirit2.

banyak cara orang untuk mengatasinya, ada yang berusaha mengalihkan perhatian dengan melakukan segala cara agar tidak nervous sampe dengan melakukan terapi agar ketakutanya hilang. banyak tips yang memuat bagaimana menghilangkan ketakutan tsb. tapi tips ya cuma tips bukan kenyataan yang semua orang bisa samakan tips nya. kadang2 orang tertentu tidak bisa menerapkan di dunia nyata.

untuk mengatasi ketakutan tsb, jawabanya adalah :
tanyakan pada diri anda sendiri kenapa anda takut ?? setelah itu coba lawan rasa takut anda, karena klo anda tidak mencoba melawanya, yang ada ketakutan itu semakin menjadi besar dalam diri anda tanpa ada sadari dan yang paling penting adanya niat anda mencoba mengubah diri anda sendiri dan jangan coba lari dari ketakutan karena semakin anda berlari, anda akan tetap statis dalam hidup anda tanpa adanya perubahan.

Siapa pesaing terbaru blackberry n i-phone

Mau tau siapa pesaing baru blackberry n i-phone saat ini???simak yuk sekilas mengenai ponsel baru ini yang sudah dilansir oleh berbagai sumber.

Android adalah produk ponsel cerdas yang menuntut penggunanya juga harus cerdas dan akan lebih bagus jika selalu tersambung ke jaringan internet setiap saat. Tanpa koneksi internet memadai, Android tak punya kelebihan dibandingkan dengan ponsel pintar lainnya. Ponsel Android ibaratnya sebuah komputer, kegunaan komputer itu akan semakin fantastis jika pengguna bisa memilih dan meng-install aplikasi berguna.

Sistem operasi Android yang menggunakan versi modifikasi dari kernel Linux ini awalnya dikembangkan Android Inc, sebuah perusahaan yang kemudian dibeli Google dan akhir-akhir ini oleh Open Handset Alliance.

Android sejak awal memiliki konsep sebagai software berbasis kode komputer yang didistribusikan secara terbuka (open source) dan gratis. Open source inilah sebenarnya kata kunci mengapa Android begitu seksi di mata para petualang gadget.

Keuntungan open source, banyak pengembang software yang bisa melihat dan memanfaatkan kode itu serta bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. Satu hal yang unik, berbagai aplikasi itu diwadahi dalam sebuah portal, yaitu Android Market, sehingga pengguna tinggal meng-install aplikasi pilihannya.

Semua ponsel Android yang langsung bekerja sama dengan Google akan punya akses ke Android Market. Namun, sekarang juga sudah tumbuh portal software market di luar Android Market yang memungkinkan ponsel-ponsel Android yang ”indie” bisa menyediakan layanan instalasi berbagai aplikasi tambahan yang dibutuhkan.
Di portal Android Market dan sejenisnya disediakan ribuan aplikasi, yang mayoritas bisa didapatkan secara gratis. Ponsel Android ditunggu-tunggu kehadirannya oleh penggemar yang mania internet, terutama mereka yang sudah tak terpisahkan dari berbagai aplikasi khas dari Google, seperti Google Search, Google Talk, Gmail, Google Maps, dan Google Calendar.

Keberadaan Handphone Android kedepan benar-benar harus diperhitungkan oleh pemain besar Handphone seperti Blackberry ataupun iPhone,bagaimana tidak simaklah perjalanan si bayi ajaib ini,dengan waktu yang singkat keberadaan Android merengsek dengan cepat mengejar penjualan Blackberry dan iPhone, Di Amerika dan Eropa, Dream dikenal dengan nama T-Mobile G1, sesuai dengan nama operator yang mendistribusikannya. Harganya saat itu sekitar US$ 150 dengan kontrak dua tahun dan US$ 400 tanpa kontrak.

Penjualannya pun meledak dan persebarannya semakin luas. Sampai April 2009, T-Mobile mengumumkan telah menjual sejuta unit G1 di berbagai kawasan. Di Amerika Serikat, G1 telah meraih pangsa pasar 5 persen dalam waktu tak sampai setahun.

Untuk kawasan Asia, HTC Dream pertama kali masuk Singapura pada 21 Februari 2009 melalui operator SingTel. Harganya US$ 25 sampai US$ 159 menurut berbagai macam kontrak.

Hanya beberapa hari sebelum meluncurkan Dream di Singapura, HTC memperkenalkan generasi kedua, yaitu Magic, dalam Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol. Dua bulan kemudian si Ajaib ini sudah menembus pasar di negara yang sama.
Dari Spanyol, Magic menyebar ke Taiwan, daratan Eropa, Amerika, Asia, lalu kini berlabuh di Indonesia.

Video Game Ternyata Berbahaya Juga Loh!!

sekarang banyak banget kn warung2 PS 2 bertebaran dimana-mana. tau ga seh klo video game kekerasan juga dapat meningkatkan pemikiran dan perilaku agresif dan menurunkan kemampuan mengenali perasaan-perasaan dan emosi-emosi orang lain. dalam studi, para periset menganalisis data dari 130 studi yang mencakup lebih dari 130.000 pemain video game di Eropa, Jepang dan Amerika Serikat.

semua game yang terdiri dari pembunuhan atau melukai karakter lain untuk mencapai kenaikan tingkat berkemungkinan mengajarkan pelajaran-pelajaran yang tidak tepat kepada siapapun pemainnya.

menurut para periset, video game kekerasan bukan satu-satunya faktor resiko mengembangkan agresi dan kekerasan, tapi satu-satunya faktor resiko kausal di mana para orangtua relatif mudah melakukan sesuatu.

Saatnya berusaha menyakini apa yang kita yakini

Pernah ga anda merasa apa yang anda yakini selama ini tapi didalam hati anda, anda ga yakin?? semua orang pasti pernah mengalaminya begitu juga saya. kadang-kadang hal yang kita yakini itu benar belum tentu benar menurut orang lain dan juga sebaliknya apa yang dikerjakan orang lain benar belum tentu kita anggap benar,.

Skripsi, yah skripsi merupakan perjalanan yang terakhir akan dilalui seorang mahasiswa semester akhir untuk mengukuhkan dirinya sebagai seorang mahasiswa untuk nantinya dilepas ke dunia “Real“, dimana seseorang bisa duduk berjam-jam didepan laptop or komputernya untuk memutar otak kata demi kata untuk menyusun sebuah skripsi. tema yang diambilnya tentunya akan lebih susah tergantung dari individu yang menyakininya bahwa dia sanggup untuk mengerjakanya, ada juga ditengah jalan yang bilang “Saya Menyerah or Tak Sanggup“. klo gampang bukan skripsi namanya.

Nah disitu lah, letak dimana anda berusaha menyakini apa yang anda yakini. dimana orang mengatakan “cukup” tapi anda tetap berusaha mengejar apa yang anda yakini tu benar. dan satu lagi menyakini bahwa TUHAN itu ada dan pasti membantu jika mengalami kesulitan yang penting adalah Niat dan Berusaha.🙂

Cara mengusir rasa cemas

anda, pasti pernah donk merasakan rasa cemas tapi bingung mengatasinya. berikut ini adalah tips yang dapat berguna untuk mengatasi rasa cemas anda :

– Minum air soda

karbondioksida dalam gelembung-gelembung air soda melebarkan pembuluh darah, membuat darah mengalir lancar, menenangkan kecemasan.

– Menikmati makanan

studi menunjukan, orang yang makan sambil duduk melaporkan merasa kurang cemas.

– Makan biji bunga matahari

biji bunga matahari kaya magnesium yang meningkatkan kejernihan mental, meningkatkan kemampuan menghadapi sesuatu.

– Bayangkan warna biru

untuk menenangkan diri, pejamkan mata dan bayangkan seluruh tubuh anda disinari cahaya biru yang lembut. warna biru dikenal mengurangi keresahan.

– Jangan mencemaskan stres

aliran adrenalin yang menyertakan keresahan adalah cara alamiah yang membantu kita melakukan yang terbaik di tengah situasi baru atau situasi yang menakutkan.

Sumber : Aura, No.08/Th.XIV/Minggu ke-2/Maret 2010

Cantik dalam satu menit

Buat kamu yang ingin mendapatkan kulit cantik tapi ga mau repot,bisa deh pake tips ini hanya dengan 1 menit, anda akan mendapatkan kulit cantik tanpa perlu repot sama sekali.

Langkah 1* :

Bersihkan Wajah Secara Tepat

Menurut para ahli, hanya sedikit orang yang melakukan langkah ini secara tepat. berikut, saran para ahli.

Gunakan Air Hangat

Menurut sebagian para ahli dermatologi, air dingin menutup pori sehingga pembersih tak bisakerja. tapi hindari juga air panas karena mengeringkan kulit. bersihkan wajah dengan tangan atau bisa juga dengan sponge.

Pilih pembersih yang baik

Gel, lotion, atau sabun yang batangan tidak penting. yang penting ingredientnya. jika kulit anda berminyak atau rentan jerawat, pilih pembersih yang mengandung salicylid acid. untuk kulit kering, pilih yang mengandung pelembab seperti shea butter.

Usapkan dan Bilas

Usapkan pembersih kekulit, gosok sekitar 15 menit. lebih lama dari ini tidak baik untuk kulit. bilas wajah dengan air paling sedikit 6 kali agar benar-benar bersih.

Langkah 2* :

Gunakan pelembab yang tepat

Tak ada tekhnik khusus untuk mengoleskan krim wajah. yang paling penting adalah pilih formula yang tepat.

Kulit berminyak juga perlu lotion

Tampaknya mungkin aneh, tapi produksi minyak tak ada hubunganya dengan tingkat kelembabab kulit. kuncinya gunakan pelembab oil free.

Kulit terasa lebih tertarik? Pilih pelembab yang pekat

Jika kulit anda terasa kering atau seperti tertarik sesudah dibersihkan, pilih krim yang mengandung humectant seperti glycerinhyaluronic acid dan yang menarik kelembaban kulit.

Gunakan si multitasker

Pelembab yang mengandung SPF melembutkan dan melindungi kulit dari kerusakan sinar matahari dalam satu langkah. pilih yang juga mengandung ingredient anti penuaan untuk mengatasi garis-garis halus.

Langkah 3* :

Perawatan di malam hari

Sesudah dibersihkan wajah, oleskan krim malam yang mengandung ingredient anti penuaan seperti vitamin c dan retinol yang akan bekerja ketika anda tidur.

Sumber : Aura, No. 08/TH.XIV/Minggu ke-2/Maret 2010

Suap,Suap dan Suap

” Kasus Mulyana W Kusuma Dalam Tindakan Usaha Penyuapan Terhadap Auditor Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ) ”

PENDAHULUAN

Etika secara garis besar dapat didefinisikan sebagai serangkaian prinsip atau nilai-nilai moral. Setiap orang memilki rangkaian nilai tersebut, walaupun kita memperhatikanya atau tidak memperhatikanya secara eksplisit. Kebutuhan etika dalam masyarakat sangat mendesak sehingga lazim memasukkan nilai-nilai etika ini ke dalam undang-undang atau peraturan yang berlaku. Banyaknya nilai etika yang ada tidak dapat dijadikan undang-undang atau peraturan yang berlaku akibat dari sifat nilai-nilai etika itu yang sangat tergantung pada pertimbangan seseorang.

Terdapat enam ilustrasi prinsip-prinsip etika yang disarankan. Antara lain keterpercayaan (trustworthiness) mencakup kejujuran, integritas, reliabilitas, dan loyalitas. Penghargaan (respect) mencakup gagasan-gagasan seperti kesopanan, kesopansantunan, harga diri, toleransi, dan penerimaan. Pertanggungjawaban (responsibility) berarti bertanggung jawab atas tindakan seseorang serta melakukan pengendalian diri. Kesepadanan (fairness) dan keadilan mencakup isu-isu tentang kesejajaran, sikap tidak memihak, proporsionalitas, keterbukaan, serta perlindungan hukum. Perhatian (caring) berarti secara sungguh-sungguh memperhatikan kesejahteraan sesamanya. Kewarganegaraan (citizensip) termasuk didalamnya adalah kepatuhan pada undang-undang serta melaksanakan kewajibannya sebagai warga negara agar proses dalam masyarakat berjalan dengan baik.

Salah satu kasus yang menyita perhatian publik Indonesia pada awal bulan April tahun 2005 adalah kasus Mulyana W Kusumah, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diduga melakukan tindakan usaha penyuapan terhadap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ada tiga pihak utama yang terlibat dalam kasus ini, yaitu (1) pihak pemberi kerja berperan sebagai principal, dalam hal ini adalah rakyat Indonesia yang direpresentasikan oleh pemerintah Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), (2) pihak penerima kerja untuk menjalankan tugas berperan sebagai agen, dalam hal adalah KPU, dan (3) pihak independen, dalam hal ini adalah BPK sebagai auditor, yang perannya diharapkan sebagai pihak independen, berintegritas, dan kredibel, untuk meyakinkan kepada dua pihak sebelumnya, yaitu pemerintah dan DPR sebagai pemberi kerja, dan KPU sebagai penerima kerja.

Dari teori etika. Profesi pemeriksa (auditor), apakah auditor keuangan publik seperti kasus keuangan KPU maupun auditor keuangan swasta, seperti pada keuangan perusahaan-perusahaan, baik yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta maupun tidak, diatur dalam sebuah aturan yang disebut sebagai kode etik profesi akuntan.

Dalam kode etik profesi akuntan ini diatur berbagai masalah, baik masalah prinsip yang harus melekat pada diri auditor, maupun standar teknis pemeriksaan yang juga harus diikuti oleh auditor, juga bagaimana ketiga pihak melakukan komunikasi atau interaksi. Dinyatakan dalam kode etik yang berkaitan dengan masalah prinsip bahwa auditor harus menjaga, menjunjung, dan menjalankan nilai-nilai kebenaran dan moralitas, seperti bertanggungjawab (responsibilities), berintegritas (integrity), bertindak secara objektif (objectivity) dan menjaga independensinya terhadap kepentingan berbagai pihak (independence), dan hati-hati dalam menjalankan profesi (due care). Dalam konteks kode etik profesi akuntan inilah, kasus Mulyana W Kusumah bisa dianalisis, apakah tindakan mereka (ketiga pihak), melanggar etika atau tidak.

ISI

A.     KODE ETIK PROFESI AICPA (American Institute of Certified Public Accountant).

AICPA (American Institute of Certified Public Accountant), merupakan suatu organisasi yang didirikan secara sukarela bagi para akuntan publik, bertugas menyusun ketentuan-ketentuan profesi, melaksanakan penelitian, serta menerbitkan bahasan-bahasan yang relevan dengan akuntansi, auditing, jasa konsultasi manajemen, dan perpajakan. AICPA juga menjadi juru bicara bagi profesi akuntansi. Inisiatif-inisiatif telah diambil oleh AICPA untuk mempromosikan jasa akuntan publik termasuk di antaranya kampanye-kampanye promosi secara nasional, pengembangan sertifikat keahlian, serta usaha-usaha dari komite khusus untuk jasa assurance dalam mengembangkan dan mempromosikan jasa-jasa assurance baru.

Kode etik profesi AICPA menjadi standar umum perilaku yang ideal dan menjadi peraturan khusus tentang perilaku yang harus dilakukan. Kode etik ini terdiri dari empat bagian yaitu prinsip-prinsip yang merupakan standar etika ideal yang dinyatakan dalam istilah filosofi dan bersifat teoritis. Peraturan etika merupakan standar etika minimum yang dinyatakan sebagai peraturan spesifik dan bersifat praktis. Interpretasi atas peraturan etika yang merupakan berbagai interpretasi atas peraturan etika yang disusun oleh divisi etika profesi AICPA bersifat teoritis tetapi praktisi harus menyesuaikan penyimpanganya. Yang terakhir Kaidah etika merupakan publikasi penjelasan serta beragam jawaban atas pertanyaan tentang peraturan etika yang disampaikan pada AICPA, oleh para praktisi serta pihak lainnya yang tertarik akan ketentuan-ketentuan etika dan bersifat teoritis, tetapi praktisi harus menyesuaikan penyimpangannya.

B.     PRINSIP-PRINSIP ETIKA

Prinsip etika akuntan indonesia terdiri dari enam yaitu tanggung jawab, dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, para anggota harus berusaha menjadi profesional yang peka serta memiliki pertimbangan moral atas seluruh aktivitas mereka. Kepentingan publik, para anggota harus menerima kewajiban untuk bertindak sedemikian rupa agar dapat melayani kepentingan publik, menghargai kepercayaan publik, serta menunjukan komitmenya pada profesionalisme. Integritas, integritas adalah mempertahankan dan memperluas keyakinan publik, para anggota harus menunjukkan seluruh tanggung jawab profesionalnya dengan tingkat integritas tertinggi. Obyektivitas dan Indepensi, anggota harus mempertahankan obyektivitas dan terbebas dari konflik antar kepentingan dalam melaksanakan tanggung jawab profesionalnya, anggota yang berpraktek bagi publik harus berada dalam posisi yang independen baik dalam penampilan maupun dalam kondisi sesungguhnya ketika menyediakan jasa audit maupun jasa astetasi lainnya. Due care, seorang anggota harus selalu memperhatikan standar tekhnik dan etika profesi ; selalu berusaha untuk meningkatkan kompetensidan kualitas jasa yang diberikannya, serta melaksankan tanggung jawab profesional sesuai dengan kemampuan terbaiknya. Lingkup dan sifat jasa, anggota yang berpraktek bagi publik harus memperhatikan prinsip-prinsip pada kode etik profesi dalam menentukan lingkup dan sifat jasa yang akan disediakannya.

C.     KEWAJIBAN BAGI SEORANG AKUNTAN PUBLIK ( AP ) dan ( KAP )

Terdapat 5 (lima) kewajiban Akuntan Publik dan KAP yaitu, Pertama, Bebas dari kecurangan (fraud), ketidakjujuran dan kelalaian serta menggunakan kemahiran jabatannya (due professional care) dalam menjalankan tugas profesinya. Kedua, Menjaga kerahasiaan informasi / data yang diperoleh dan tidak dibenarkan memberikan informasi rahasia tersebut kepada yang tidak berhak. Pembocoran rahasia data / informasi klien kepada pihak ketiga secara sepihak merupakan tindakan tercela. Ketiga, Menjalankan PSPM04-2008 tentang Pernyataan Beragam (Omnibus Statement) Standar Pengendalian Mutu (SPM) 2008 yang telah ditetapkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik (DSPAP) Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), terutama SPM Seksi 100 tentang Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik (SPM-KAP). Keempat, Mempunyai staf / tenaga auditor yang profesional dan memiliki pengalaman yang cukup. Para auditor tersebut harus mengikuti Pendidikan Profesi berkelanjutan (Continuing Profesion education) sebagai upaya untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang audit dan proses bisnis (business process). Dalam rangka peningkatan kapabilitas auditor, organisasi profesi mensyaratkan pencapaian poin (SKP) tertentu dalam kurun / periode waktu tertentu. Hal ini menjadi penting, karena auditor harus senantiasa mengikuti perkembangan bisnis dan profesi audit secara terus menerus. Kelima, Memiliki Kertas Kerja Audit (KKA) dan mendokumentasikannya dengan baik. KKA tersebut merupakan perwujudan dari langkah-langkah audit yang telah dilakukan oleh auditor dan sekaligus berfungsi sebagai pendukung (supporting) dari temuan-temuan audit (audit evidence) dan opini laporan audit (audit report). KKA sewaktu-waktu juga diperlukan dalam pembuktian suatu kasus di sidang pengadilan.

D.     LARANGAN BAGI SEORANG AKUNTAN PUBLIK ( AP ) dan ( KAP )

Akuntan Publik dilarang melakukan 3 (tiga) hal, pertama, dilarang memberikan jasa audit umum atas laporan keuangan (general audit) untuk klien yang sama berturut-turut untuk kurun waktu lebih dari 3 tahun. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kolusi antara Akuntan Publik dengan klien yang merugikan pihak lain. Kedua, apabila Akuntan Publik tidak dapat bertindak independen terhadap pemberi penugasan (klien), maka dilarang untuk memberikan jasa. Ketiga, Akuntan Publik juga dilarang merangkap jabatan yang tidak diperbolehkan oleh ketentuan perundang-undangan / organisasi profesi seperti sebagai pejabat negara, pimpinan atau pegawai pada instansi pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau swasta, atau badan hukum lainnya, kecuali yang diperbolehkan seperti jabatan sebagai dosen perguruan tinggi yang tidak menduduki jabatan struktural dan atau komisaris atau komite yang bertanggung jawab kepada komisaris atau pimpinan usaha konsultansi manajemen. Sedangkan, KAP harus menjauhi 4 (empat) larangan yaitu, Pertama, memberikan jasa kepada suatu pihak, apabila KAP tidak dapat bertindak independen. Kedua, memberikan jasa audit umum (general audit) atas laporan keuangan untuk klien yang sama berturut-turut untuk kurun waktu lebih dari 5 (lima) tahun. Ketiga, memberikan jasa yang tidak berkaitan dengan akuntansi, keuangan dan manajemen. Kelima, mempekerjakan atau menggunakan jasa Pihak Terasosiasi yang menolak atau tidak bersedia memberikan keterangan yang diperlukan dalam rangka pemeriksaan terhadap Akuntan Publik dan KAP.

E.     TINDAKAN YANG DILAKUKAN OLEH AUDITOR BPK

Dalam konteks kasus Mulyana W Kusumah, kesimpulan yang bisa dinyatakan adalah bahwa tindakan kedua belah pihak, pihak ketiga (auditor), maupun pihak penerima kerja, yaitu KPU, sama-sama tidak etis. Tidak etis seorang auditor melakukan komunikasi kepada pihak yang diperiksa atau pihak penerima kerja dengan mendasarkan pada imbalan sejumlah uang sebagaimana terjadi pada kasus Mulyana W Kusumah, walaupun dengan tujuan ‘mulia’, yaitu untuk mengungkapkan indikasi terjadinya korupsi di tubuh KPU.

Tujuan yang benar, etis, dan moralis, yakni untuk mengungkapkan kemungkinan adanya kerugian yang diterima oleh pihak pemberi kerja, principal, dalam hal ini adalah rakyat Indonesia yang direpresentasikan oleh pemerintah Indonesia, DPR, dan KPK, harus dilakukan dengan cara-cara, teknik, dan prosedur profesi yang menjaga, menjunjung, menjalankan dan mendasarkan pada etika profesi.

Dari sudut pandang etika profesi, auditor tampak tidak bertanggungjawab, yaitu dengan menggunakan jebakan imbalan uang untuk menjalankan profesinya. Auditor juga tidak punya integritas ketika dalam benaknya sudah ada pemihakan pada salah satu pihak, yaitu pemberi kerja dengan berkesimpulan bahwa telah terjadi korupsi. Dari sisi independensi dan objektivitas, auditor BPK sangat pantas diragukan. Berdasar pada prinsip hati-hati, auditor BPK telah secara serampangan menjalankan profesinya.

Apa yang harus dilakukan auditor BPK adalah bahwa dengan standar teknik dan prosedur pemeriksaan, auditor BPK harus bisa secara cermat, objektif, dan benar mengungkapkan bagaimana aliran dana tersebut masuk ke KPU dan bagaimana dana tersebut dikeluarkan atau dibelanjakan. Dengan teknik dan prosedur yang juga telah diatur dalam profesi akuntan, pasti akan terungkap hal-hal negatif, termasuk dugaan korupsi kalau memang terjadi. Tampak sekali bahwa auditor BPK tidak percaya terhadap kemampuan profesionalnya, sehingga dia menganggap untuk mengungkap kebenaran bisa dilakukan segala macam cara, termasuk cara-cara tidak etis, sekaligus tidak moralis sebagaimana telah terjadi, yaitu dengan jebakan.

Sama saja dengan auditor BPK, tindakan KPU merupakan tindakan tidak etis dan juga tidak moralis. Secara alami (natural) dan normatif, pihak penerima kerja (agen) akan dengan senang hati untuk diaudit (diperiksa) untuk meyakinkan pada pihak pemberi kerja (principal), dalam hal ini adalah rakyat Indonesia yang direpresentasikan oleh pemerintah Indonesia, DPR, dan KPK. Amanat dalam bentuk dana yang diberikan oleh pricipal akan dan telah digunakan, dibelanjakan, dan dikelola dengan mendasarkan pada nilai-nilai kebenaran, etis, dan moralis.

Dengan melakukan imbalan sejumlah uang dalam pertemuannya dengan auditor BPK, maka ada indikasi kuat KPU telah bertindak tidak etis, tidak benar, dan tidak moralis yang ujungnya adalah dugaan korupsi.

KPU tampaknya tidak paham bagaimana menempatkan diri sebagai penerima dan yang menjalankan amanah. Mengapa tindakan KPU dalam menjalankan amanah pemberi kerja harus diaudit, tampaknya tidak dipahami oleh yang bersangkutan. Ada kesan bahwa audit adalah proses yang hampir pasti mencari (sering dipapahami mencari-cari) dan menemukan sejumlah kesalahan, kecurangan, ataupun tindakan korupsi yang bisa diatur dan ditentukan semaunya oleh auditor.

Kalau di KPU pengelolaan sejumlah dana telah dilakukan dengan benar, akuntabel, transparan, dan bertanggungjawab, maka tidak perlu ada kekhawatiran yang berlebihan sehingga muncul inisiatif untuk menggunakan sejumlah uang dalam rangka mencapai ‘aman’ pada proses pemeriksaan.

Pertanyaan yang sama juga bisa diajukan kepada pihak pemberi kerja, principal, dalam hal ini adalah rakyat Indonesia yang direpresentasikan oleh pemerintah Indonesia, DPR, dan KPK. Atas kasus Mulyana W Kusumah. Secara teoritis-normatif, ketika pemberi kerja mempercayakan pengelolaan sejumlah aset atau dana kepada pihak kedua, maka pihak pemberi kerja seharusnya juga menyampaikan paket sistem informasi guna memonitor dan mengendalikan tindakan penerima kerja secara rutin. Tidakkah pemberi kerja paham akan adanya information assymetri?, yaitu penerima kerja mempunyai informasi yang jauh lebih lengkap, baik kualitas maupun jumlahnya dalam mengelola aset atau dana yang berasal dari pemberi kerja.

Dalam situasi seperti ini, maka pihak ketiga (auditor) harus disewa untuk meyakinkan bahwa pihak penerima kerja telah menjalankan tanggungjawabnya dengan benar, transparan, dan akuntabel. Secara periodik, pihak pemberi kerja seharusnya minta informasi, baik dari penerima kerja maupun dari pihak auditor. Dari uraian ini, kita bisa jawab bahwa baik pemerintah (diwakili Menteri Keuangan) dan DPR tidak menjalankan fungsinya sebagai pemberi kerja. Sekilas tindakan ini mengesankan tindakan yang tidak etis. Andaikan proses pemberian kerja yang diikuti dengan aliran uang ke KPU kemudian ada aliran uang keluar dari KPU (belanja) dimonitor dengan benar, transparan dan akuntabel, tindakan kecurangan, termasuk kemungkinan korupsi yang bisa jadi dilakukan penerima kerja (KPU), bisa dicegah dengan optimal.

F.      PEMBELAJARAN UNTUK PARA AUDITOR DI INDONESIA

Belajar dari kasus Mulyana W Kusumah, tampaknya rakyat Indonesia masih harus menunggu dalam waktu yang cukup lama untuk memperoleh pemerintahan yang kredibel, akuntabel, dan transparan, sehingga tidak terjadi kecurangan atau korupsi. Mengapa demikian, sebab untuk menjadi pemerintahan yang bersih, akuntabel, transparan, banyak hal yang harus dipelajari, dipahami, dan dilaksanakan, dan semua ini butuh waktu dan melibatkan berbagai pihak dengan berbagai kepentingan. Seandainya saja, pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan dan DPR sebagai pemberi kerja dan penyalur dana mempunyai kemampuan teknis bagaimana meyakinkan bahwa dana yang disalurkan telah dikelola dengan benar, transparan, dan akuntabel oleh penerima kerja, maka pencegahan korupsi bisa dijalankan.

Seandainya saja penerima kerja sadar dan mempunyai kemampuan teknis bahwa dana yang diterima atau disalurkan pemerintah merupakan dana dari rakyat dan karenanya harus dikelola dan dipertanggungjawabkan dengan benar, transparan dan akuntabel, maka korupsi bisa dikurangi secara sistematis.

Andaikan saja auditor di seluruh Indonesia, termasuk dari BPK sadar dan mempunyai kemampuan teknis bahwa betapa berat memegang amanah dari rakyat untuk meyakinkan bahwa dana atau uang dari rakyat yang dikelola berbagai pihak telah digunakan sebagaimana mestinya secara benar, akuntabel, dan transparan, maka semakin lengkap usaha untuk memberantas korupsi di negeri ini.

PENUTUP

G.     KESIMPULAN

Pada kasus Mulyana W Kusumah, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diduga melakukan tindakan usaha penyuapan terhadap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ada tiga pihak utama yang terlibat dalam kasus ini, yaitu (1) pihak pemberi kerja berperan sebagai principal, dalam hal ini adalah rakyat Indonesia yang direpresentasikan oleh pemerintah Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), (2) pihak penerima kerja untuk menjalankan tugas berperan sebagai agen, dalam hal adalah KPU, dan (3) pihak independen, dalam hal ini adalah BPK sebagai auditor. Dalam konteks kasus Mulyana W Kusumah, kesimpulan yang bisa dinyatakan adalah bahwa tindakan kedua belah pihak, pihak ketiga (auditor), maupun pihak penerima kerja, yaitu KPU, sama-sama tidak etis. Tidak etis seorang auditor melakukan komunikasi kepada pihak yang diperiksa atau pihak penerima kerja dengan mendasarkan pada imbalan sejumlah uang sebagaimana terjadi pada kasus Mulyana W Kusumah, walaupun dengan tujuan ‘mulia’, yaitu untuk mengungkapkan indikasi terjadinya korupsi di tubuh KPU. Dari sudut pandang etika profesi, auditor tampak tidak bertanggungjawab, yaitu dengan menggunakan jebakan imbalan uang untuk menjalankan profesinya. Auditor juga tidak punya integritas ketika dalam benaknya sudah ada pemihakan pada salah satu pihak, yaitu pemberi kerja dengan berkesimpulan bahwa telah terjadi korupsi. Dari sisi independensi dan objektivitas, auditor BPK sangat pantas diragukan. Berdasar pada prinsip hati-hati, auditor BPK telah secara serampangan menjalankan profesinya.

Sebagai seorang auditor BPK seharusnya yang dilakukan adalah bahwa dengan standar teknik dan prosedur pemeriksaan, auditor BPK harus bisa secara cermat, objektif, dan benar mengungkapkan bagaimana aliran dana tersebut masuk ke KPU dan bagaimana dana tersebut dikeluarkan atau dibelanjakan. Dengan teknik dan prosedur yang juga telah diatur dalam profesi akuntan, pasti akan terungkap hal-hal negatif, termasuk dugaan korupsi kalau memang terjadi. Tampak sekali bahwa auditor BPK tidak percaya terhadap kemampuan profesionalnya, sehingga dia menganggap untuk mengungkap kebenaran bisa dilakukan segala macam cara, termasuk cara-cara tidak etis, sekaligus tidak moralis sebagaimana telah terjadi, yaitu dengan jebakan.

Dalam kasus ini kembali lagi kepada tanggung jawab moral seorang auditor di seluruh Indonesia, termasuk dari BPK sadar dan mempunyai kemampuan teknis bahwa betapa berat memegang amanah dari rakyat untuk meyakinkan bahwa dana atau uang dari rakyat yang dikelola berbagai pihak telah digunakan sebagaimana mestinya secara benar, akuntabel, dan transparan, maka semakin lengkap usaha untuk memberantas korupsi di negeri ini.

SUMBER BACAAN

Arens, Alvin A & Randal J. Elder. Auditing dan Pelayanan Verifikasi. Jakarta : PT Indeks.

http://muharieffendi.wordpress.com

http://www.suaramerdeka.com

Ketidakadilan Hukum di Negeri Indonesia

“ Ketidakadilan Hukum di Negeri Indonesia “

Masih ingatkah anda dengan kisah nenek minah yang ditahan selama 1 bulan 15 hari akibat mencuri 3 biji buah kakao ???

Kisah ini bermula dari , nenek minah yang saat itu hanya bermaksud mengambil 3 biji buah kako yang terjatuh dari pohonya untuk di bawa pulang dan dijadikan benih. Saat buah itu diletakkan di tanah, ia kemudian melanjutkan pekerjaanya membersihkan ilalang di kebun kakao. Namun mandor kebun yang melihat ada buah kakao tergeletak lalu mencari tahu siapa yang mengambilnya. Nenek minah yang berusia 55 tahun, warga desa darmakradenan, kecamatan ajibarang, kabupaten banyumas dikenai tuduhan mencuri buah kakao sebanyak 3 biji dari tempatnya ia bekerja di PT Rumpun Sari Antan 4 di desa darmakradenan tak jauh dari rumahnya, namun yang mengherankan adalah ketika di kejaksaan negeri purwokerto, mandor kebun membawa 3 kg buah kako sebagai barang bukti. Hal inilah yang diduga kemudian menjadikan jaksa menahan minah untuk menjalani masa tahanan rumah selama 3 bulan sebelum pengadilan memutuskan penjara 1 bulan 15 hari dengan ketentuan pidana tersebut tidak usah dijalani terdakwa.

Miris memang mendengar cerita sekelumit ketidakadilan di negeri kita ini, hanya dengan mencuri 3 buah biji kakao yang setara dengan Rp. 2000 tetapi sudah dijatuhi hukuman selama 1 bulan 15 hari belum dihitung 3 bulan sebagai tahanan rumah sebelum pengadilan memutuskan kasus ini. Padahal untuk mencapai pengadilan saja ongkos yang dikeluarkan nenek minah jauh berkali lipat dibandingkan dengan 3 biji buah kakao bahkan untuk pulang dari pengadilan ke rumahnya, nenek minah harus meminta sumbangan dari para pengunjung dan hakim. Apa ini rasa adil yang selama ini didengung-dengungkan oleh para petinggi di luar sana ??? apa ini wujud demokrasi Indonesia ? mau ditaruh dimana muka bangsa ini kalau hanya masalah sekecil ini yang seharusnya bisa diselesaikan dengan jalan musyawarah harus diselesaikan di jalan pengadilan. Belum lagi ketika di pengadilan, mandor kebun membawa 3 kg buah kakao yang seharusnya hanya 3 buah biji kakao, ini juga merupakan salah satu kebohongan publik dimana niatnya hanya ingin menambah berat hukuman yang diterima oleh nenek minah atau malu karena yang sebenarnya masalahnya hanya mencuri 3 buah biji kakao yang seharusnya kasus ini dengan mudah diselesaikan dengan jalan musyawarah dibandingkan dibawa ke pengadilan yang membuang banyak waktu.

Coba kita lihat di luar sana, para koruptor dengan enaknya berlenggang bebas kesana kemari menikmati uang kotor masyarakat tanpa merasa bersalah tetapi tidak masuk penjara, bahkan kalau boleh jujur mungkin para petinggi hukum tahu perbuatan mereka tetapi tidak ada yang berinisiatif untuk membawa perkaranya ke meja hijau pengadilan. Takut atau memang sudah di suap ?? ( hanya tuhan yang tahu ). Lalu apakah kasus-kasus penyuapan yang sekarang sedang marak juga langsung diselesaikan ?? ah banyak sekali alasan yang digunakan para tersangka supaya kasus nya lebih lama diselesaikan seperti sakit dll ( alasan klise ). Tapi giliran masyarakat kecil yang mengalaminya dengan getol para aparat hukum cepat-cepat menyelesaikan masalahnya. Mungkin kisah nenek minah memang sekelumit kisah yang terekspos media tapi masih banyak lagi kasus di luar sana yang membutuhkan keadilan di negeri ini. Seharusnya Indonesia harus lebih membenahi peraturan-peraturan hukumnya untuk memberi peraturan yang lebih tegas terhadap siapa saja yang harus benar-benar diadili dan merugikan masyarakat banyak dan tidak membedakan siapa saja yang harus diadili, selama ini pandangan masyarakat banyak menilai bahwa aparat lebih cenderung menangkap buronan kelas teri dibandingkan kelas kakap dan semoga para aparat negara lebih tanggap dan kritis agar terciptanya indonesia yang memiliki rasa keadilan yang tinggi dan diharapkan kedepanya pemerataan di negara Indonesia bisa lebih baik lagi kedepanya agar kasus-kasus lain seperti nenek minah tidak terjadi lagi.

World Com

” SKANDAL WorldCom, MENGGUNCANG PEREKONOMIAN AMERIKA SERIKAT ”

Belum hilang kekagetannya, publik dikejutkan dengan rentetan skandal yang makin merusak kepercayaan masyarakat terhadap dunia pasar modal. Mulai dari skandal Enron, Tyco International, Global Crossing, Xerox, Merck & Co., Stanley Works, ImClone, hingga puncaknya penipuan laporan keuangan oleh WorldCom Inc. (yang seperti juga Enron, melibatkan auditor beken Arthur Andersen LLC). Bahkan, efek kerugian yang ditimbulkan WorldCom, raksasa industri telekomunikasi dan salah satu penyedia layanan Internet (ISP) terbesar di dunia, lebih dahsyat dari Enron, yakni menguapkan uang sejumlah US$ 175 miliar kekayaan investor publik. Cukup dimaklumi karena harga selembar saham WorldCom per juni 1999 mencapai puncaknya sebesar US$ 64,50 langsung merosot tajam menjadi US$ 0,83 per juni 2002. akibat pengungkapan skandal tersebut, saham WorldCom langsung ambruk seketika yang menyebabkan sejumlah perusahaan sekuritas dan Komisi Bursa Efek menimpakan tuduhan penipuan terhadap WorldCom. Lantas, atas kejadian tersebut sejumlah politikus dan investor bertanya-tanya, apakah dengan adanya kejadian tersebut akan menimbulkan gangguan terhadap akses internet mengingat WorldCom merupakan salah satu industri telekomunikasi dan salah satu penyedia layanan Internet (ISP) terbesar di dunia bahkan menampung 50 persen menampung traffic internet AS, termasuk 70 persen dari seluruh email yang dikirim ke AS, serta setengah email yang dikirim ke dunia dan juga ribuan perusahaan di 100 negara saat ini juga bergantung pada akses internet World Com, termasuk Departemen Pertahanan dan Departemen Dalam Negeri AS sendiri. Tetapi menurut CEO WorldCom John Sidgmore menyatakan dirinya berharap dengan kejadian tersebut perusahaan tidak akan mengalami kebangkrutan dan juga tidak akan mempengaruhi terhadap layanan akses internet itu sendiri.

Kehancuran WorldCom sebenarnya juga karena kerapuhan kondisi finansialnya. Untuk menutupi defisit kasnya, manajemen WorldCom memanipulasi laporan keuangan, sehingga kinerjanya jadi kelihatan cantik. Caranya sebenarnya terbilang elementer (tapi tampaknya ditutup-tutupi oleh akuntannya, Arthur Andersen), yakni dengan menyulap biaya sewa yang seharusnya merupakan biaya operasional rutin yang akan mengurangi pendapatan pada tahun yang sama menjadi biaya investasi, sehingga bisa disebar untuk jangka 10 tahun. Biaya yang disulap oleh WorldCom per kuartalnya sebesar US$ 500-800 juta. Dengan manipulasi data seperti ini, WorldCom bisa melaporkan laba bersih US$ 1,4 miliar pada kuartal I/2001 dan US$ 172 juta pada kuartal I/2002. Padahal, kalau manajemen WorldCom melaporkan apa adanya, selama lima kuartal rapornya akan merah. Inilah informasi yang menyesatkan para investor dan kreditor.

Selepas pelengseran Bernard J. Ebbers (pendiri WorldCom) sebagai CEO, penggantinya John Sidgmore menyewa akuntan baru, KPMG, untuk meneliti kejanggalan keuangan WorldCom. Dengan gampang kemudian diketahui, bahwa Scott D. Sullivan, CFO WorldCom, dengan sengaja telah memasukkan US$ 3,85 miliar (dari total biaya sewa jaringan yang pada 2001 saja mencapai US$ 8,12 miliar) ke pos yang tak seharusnya. Sang CFO pun langsung dipecat. Akan tetapi, investor publik dan kreditor telanjur kehilangan dana besar, sekaligus makin memupuskan kepercayaan publik.

Satu lagi penyebab yang menonjol terhadap peristiwa WorldCom adalah adanya sifat keserakahan pada Bernard J. Ebbers ( pendiri WorldCom ) hal itu terlihat ketika meminjam uang perusahaan untuk memborong saham WorldCom (yang diyakininya akan terus naik) dengan mekanisme transaksi margin yang akhirnya pinjaman tersebut tak mampu dikembalikan  Ebbers.
Skandal keuangan yang terjadi di Amerika Serikat yang dimulai dengan skandal Enron, Worldcom makin terus menekan kinerja Bursa Saham di Amerika. Skandal keuangan ini membuat masyarakat perlu mengamati lebih lanjut peran eksekutif perusahaan (CEO dan CFO), perusahaan akuntan, investment banker, investor, dan regulator dalam kontribusinya terhadap krisis keuangan.

Salah satu sebab utama dari kebangkrutan WorldCom adalah sikap serakah dari eksekutif senior yang didukung oleh sistem insentif kompensasi yang keterlaluan. Insentif yang dimaksud adalah sistem stock option yang mengizinkan eksekutif membeli saham dari perusahan yang mereka kelola. Sering kali jauh di bawah harga pada waktu itu. Sistem ini menyebabkan eksekutif perusahaan mencoba memaksmimalkan nilai saham dari perusahaan. Meningkatkan nilai perusahaan memang telah menjadi kredo bagi para ekseutif, tetapi sayangnya meningkatkan harga saham kadang-kadang dilaksanakan dengan cara yang tidak etis dan sering kali melanggar aturan atau hukum. Perusahaan menjadi cenderung memalsukan atau memberikan keadaan keuangan yang tidak akurat dan dibesar-besarkan asalkan harga saham mereka terus naik.

Sebab lain dari kegagalan adalah kurangnya independensi akuntan dan analis keuangan. Ketidakakuratan dari data-data keuangan sering kali juga tidak ”tertangkap” oleh tim audit. Dalam hal ini, kredibilitas akuntan menjadi pertanyaan. Tidaklah mengejutkan bila hal ini sampai terjadi. Soalnya, dalam banyak kasus, perusahaan akuntan yang melakukan audit pada saat yang bersamaan juga memberikan jasa konsultasi kepada perusahaan tersebut. Ketakutan akan kehilangan account yang penting sering kali membuat tim audit tidak membeberkan indikasi terjadinya ketidakwajaran dalam pembukuan.

Institusi keuangannya di Amerika sering kali menguliahi negara-negara Asia semasa krisis keuangan melanda Asia tentang corporate governance dan transparansi yang buruk. Namun, kasus yang melanda Enron benar-benar menunjukkan lemahnya corporate governance dari perusahaan di AS. Pada awal krisis Enron, banyak pihak yang mengatakan bahwa Enron merupakan pengecualian. Namun, timbulnya skandal akuntansi baru yang melibatkan Worldcom dan Global Crossing membuktikan bahwa masalah ini cukup mewabah di perusahaan Amerika.

Sebagai solusinya untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Amerika Serikat telah mengambil beberapa langkah untuk memperbaiki transparansi ini dengan, antara lain, meminta sertifikasi dari CEO dan CFO tentang akurasi data keuangan. Caranya, Pemerintah AS menetapkan tanggal 14 Agustus 2002 kepada 1.000 perusahaan publik teratas di Amerika untuk mendapatkan sertifikasi dari CEO dan CFO tentang keakuratan dan reliabilitas dari laporan keuangan.

Apabila perusahaan tersebut terbukti melakukan praktik penyelewengan akuntansi sesudah 14 Agustus, maka pejabat tinggi perusahaan tersebut dapat dituntut secara personal. Dengan adanya tenggat ini tentu saja dapat diperkirakan akan lebih banyak 1.000 perusahaan teratas di Amerika yang membuka borok-boroknya. Mungkin hal ini makin memperburuk kinerja saham-saham di Wall Street. Tetapi, dengan tindakan ini, sebenarnya Pemerintah AS akan mempersingkat masa krisis dan dapat dengan cepat memulihkan kepercayaan investor.

Dari cerita tersebut, menurut pendapat saya yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat sudah cukup bagus dengan meminta sertifikasi dari CEO dan CFO tentang akurasi data keuangan, tetapi yang perlu diperhatikan juga pada masalah ini adalah adanya sikap serakah dari eksekutif senior dimana pada pemerintah negara Amerika Serikat terdapat kebijakan sistem stock option yang mengizinkan eksekutif membeli saham dari perusahan yang mereka kelola. Sehingga dikhawatirkan dengan adanya sistem ini menyebabkan eksekutif perusahaan mencoba memaksmimalkan nilai saham dari perusahaan yang kadang-kadang dilaksanakan dengan cara yang tidak etis dan sering kali melanggar aturan atau hukum.

Sedangkan untuk akuntanya sendiri yang disini pihak WorldCom memakai Arthur Andersen yang menurut sumber Accounting Today pada buku Auditing karya Alvin A. Arens menyebutkan bahwa Arthur Andersen masuk ke dalam urutan ke lima dalam ” The Big Five ” yaitu perusahaan-perusahaan yang berada pada lima urutan pertama dan juga merupakan lima perusahaan akuntan publik terbesar di Amerika Serikat. Dan pada masalah ini  sebaiknya yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serika segera melakukan tindakan tegas dengan membekukan akuntan kantor akuntan publik Arthur Andersen karena Arthur Andersen sendiri sebelum terkuak peristiwa skandal WorldCom juga pernah terlibat dalam skandal Enron yang menguapkan sebesar US$ miliar kekayaan investor publik.

SUMBER BACAAN :

Arens, Alvin A & Randal J. Elder. Auditing dan Pelayanan Verifikasi. Jakarta : PT Indeks.

http://www.kpk.go.id

www.swa.co.id

Merokok Yes or No

Akhir-akhir ini banyak banget dijumpai bocah yang merokok di usia dini, yang terekspos di TV adalah sandy dan aldi. Klo sekilas dilihat bocah itu terlihat seperti orang dewasa (selain kebiasaan dan ucapanya seperti orang dewasa juga). Mereka merokok di usia yang cukup dini untuk anak sekitarnya.

Sekedar cerita aja, dulu kelas 6 SD, saya juga pernah merokok itu akibat dari nenek saya yang gemar merokok. Karena saya yang masih kecil dan pengen tahu segala hal iseng-iseng Tanya ma nenek saya itu apa dan ingin mencobanya seisap dan ternyata enak, tapi saya merokok jika nenek saya ikut merokok juga. Awalnya seisap lama-lama jadi dua isap dan seterusnya.

Dan setelah beberapa lama (tapi belum ketagihan juga), saya menonton tanyangan berita tentang dampak merokok dan pada saat tahu dampak itu saya langsung berjanji pada diri sendiri bahwa saya tidak akan menyentuh rokok lagi (namanya juga anak kecil diiming-imingin cerita yang menakutkan langsung jera) tapi itu ampuh loh sampai saya di usia sekarang ini.

Cerita tadi itu merupakan gambaran bahwa lingkungan terdekat pun dapat membawa pengaruh yang sangat luar biasa. Jadi sebelum anda merubah kebiasaan anda rubahlah lingkungan sekitar anda terlebih dahulu dan niatkan pada diri kita, karena niat adalah obat yang paling mujarab.

« Older entries